Tips Membeli Teropong Biinocular dan Monocular

koleksi keker

Teropong binocular merupakan teropong yang sangat diminati oleh para petualang, baik itu pendaki gunung, penjelajah alam, dan pelaut. Umumnya teropong tipe ini mudah digenggam kerena berukuran kecil dan bahkan beberapa diantaranya bisa dimasukkan dalam kantong. Binocular memiliki 2 lubang dan lensa yang bisa digunakan untuk mata kiri dan kanan. Sedangkan Monocular hanya memiliki 1 lubang dan lensa, dahulu para bajak laut sering menggunakan teropong monocular yang bisa dipanjang dan pendekkan. Tapi keduanya sama-sama peralatan optik yang digunakan untuk melihat objek jarak jauh menjadi terlihat dekat dan lebih besar. Orang jawa menyebutnya keker. Sudah banyak produk binocular dan monocular dijual di dunia, baik itu secara online dan offline. Jika kamu berencana ingin membelinya, saya punya tips yang mungkin bermanfaat supaya tidak bingung mana teropong yang untuk kita.

1 | Pertimbangkan Kegunaannya

Monocular dan binocular ada 2 kegunaan yang satu untuk mengamati objek darat dan yang satunya lagi untuk mengamati objek langit atau disebut juga astronomi.  Monokuler yang bagus untuk mengamati objek langit malam adalah spoting scope, dengan ukuran lensa yang lebih besar dan sudut pandang yang luas, kemampuan spoting scope mengumpulkan cahaya sangat besar sehingga objek redup dilangit akan terlihat jelas. Ada juga binokuler untuk astronomi yang juga berukuran besar, terkadang memakai tripod untuk penyangganya, kelebihannya adalah membuat mata seimbang dan tidak lelah sebelah. Untuk hiking dan petualangan lainnya saya sarankan untuk memilih ukuran kecil, misalnya dengan pembesaran 6-10 kali, biasanya berukuran kecil dan pas dimasukkan kantong. Jika digunakan pada malam hari, saya sarankan memilih monocular yang ada night visionnya atau filter infrared, sehingga bisa melihat penampakan pada malam hari dengan jelas.

2 | Perhatikan Ukurannya

Ukuran perlu anda perhatikan. Binocular yang besar mungkin mengganggu aktivitas kalian yang menuntut serba cepat. Lebih baik membeli ukuran binokuler yang bisa dimasukkan saku dan bisa dibawa kemana saja tanpa menganggu. Ukuran besar hanya cocok untuk aktifitas pasif, seperti mengamati burung, mengamati bulan dan bintang. Tapi ukuran yang besar tentunya menawarkan gambar yang lebih jelas dan terang, lebih baik pertimbangkan dulu apa kegunaannya sebelum memilih ukuran yang pas.

3 | Periksa Pembesarannya

Dalam produk binocular biasanya ada kode yang mengambbarkan pembesaran yang bisa dilakukan. Misalnya 8x25, berarti produk tersebut memiliki pembesaran 8 kali dan diameter lensa 25 mm. Saya sarankan untuk petualangan pilih binocular dengan pembesaran dibawah 10 dan untuk pengamatan pilih yang diatas 10 kali dengan ukuran lensa yang lebih besar.

4 | Lihat Apperture

Apperture bisa juga diartikan ukuran lensa, karena hal ini juga menentukan seberapa banyak cahaya yang bisa masuk. Semakin besar apperture semakin jelas dan terang gambar dan juga sudut pandang semakin luas. Ukuran apperture bisa diketahui melalui angka paling belakang setelah x, 10x40 berarti apperturenya 40 mm.

5 | Berapa harganya

Kualitas binocular dan monocular juga berpengaruh pada harga, semakin bagus tentunya semakin mahal. Jangan sampai anda tergoda harga murah ternyata mendapatkan binocular mainan. Kamu perlu selektif dalam menentukan harga binocular yang pas dengan peformanya. Semakin besar ukuran binnocular atau monokuler semakin mahal harganya, karena menawarkan gambar yang lebih jernih dan berkualitas.

0 Response to "Tips Membeli Teropong Biinocular dan Monocular"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel