Mengapa Langit Berwarna Biru dan Awan Berwarna Putih

langit biru

Sejak lahir kita selalu melihat langit biru dan awan putih terutama saat musim kemarau di langit yang cerah di siang hari. Tapi hanya sedikit dari kita yang bertanya, mengapa langit berwarna biru dan awan putih? kecerdasan manusia selalu memunculkan pertanyaan tentang kondisi lingkungan, tak terkecuali tentang langit. Perlu diketahui kita hidup di bagian paling bawah atmosfer bumi, bisa dikatakan kita juga hidup di langit paling bawah. Atmosfer berisi gas-gas dengan massa yang berbeda-beda, semakin kebawah semakin bertekanan tinggi dan semakin ke atas semakin rendah. Molekul molekul gas inilah yang ternyata memberikan warna pada langit, untuk lebih jelasnya, langsung saja simak penjelasan dibawah ini.


Sebelumnya kita harus tahu bahwa warna cahaya matahari bukan hanya putih, warna putih ternyata gabungan dari beberapa warna yang disebut spektrum cahaya. Warna spektrum cahaya bisa diamati saat cahaya menembus kaca prisma atau saat kita melihat pelangi. Ada warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Setiap warna ditentukan oleh panjang gelombang elektromaknetik yang dimilikinya, dimana warna merah berasal dari gelombang panjang, sedangkan warna biru berasal dari gelombang yang pendek. Mata manusia hanya mampu mendeteksi gelombang di antara 380 - 700 nanometer, sedangkan frekuensi gelombang lainnya tidak dapat di deteksi sebagai cahaya, contohnya sinar X-ray, sinar gamma, infrared,sinyal UHF, Wifi dan lain-lain. Jika kita bisa melihat gelombang tersebut seperti cahaya maka akan terlihat seperti ini.

gambaran wifi

Sangat rumit dan terlihat mengganggu, mungkin beberapa milyar tahun lagi evolusi mata manusia baru bisa melihat sinar ini hehehe.

Kembali ke topik, apa penyebab langit biru? ternyata gas-gas di atmosferlah yang telah memecah cahaya putih matahari menjadi biru. Gas oksigen dan nitrogen paling banyak memecah warna menjadi biru, mengapa hanya biru, karena warna biru memiliki panjang gelombang yang pendek sehingga mudah untuk terpecah dan terdeteksi oleh retina mata manusia. Fenomena ini disebut juga efek Tyndal yang ditemukan oleh John Tyndall pada tahun 1859. Dia menemukan bahwa ketika cahaya melewati cairan bening dengan partikel kecil, panjang gelombang biru tersebar lebih kuat daripada merah. Hal ini juga dapat praktekkan dengan menyinari tangki air sabun dengan seberkas cahaya putih.

Lalu mengapa awan berwarna putih? ternyata penyebabnya adalah ukuran buitran-butiran kecil air di awan lebih besar dari molekul gas lainnya, sehingga bisa merefleksikan semua spektrum cahaya sehingga tetap menjadi putih. Sedangkan awan yang dibawahnya agak gelap merupakan bentuk predupan dari refleksi kumpulan air diatasnya, semakin tebal awan semakin gelap dibagian bawahnya. Contohnya adalah awan mendung dan awan kumulus.

Bonus, mengapa sore / pagi hari warna langit menguning, oranye sampai merah. Ternyata cahaya matahari yang jatuh miring ke atmosfer bumi akan lebih lama melewati atmosfer bumi sehingga cahaya biru akan dipecah terus menerus dan menghasilkan cahaya gelombang rendah yang berwarna merah.

Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan pembaca dimanapun mereka berada.

Baca juga Mengapa Matahari dan Bulan Terlihat Lebih Besar di Dekat Horizon

0 Response to "Mengapa Langit Berwarna Biru dan Awan Berwarna Putih"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel