Iklan

Pengalaman Berwisata di Sakura Hills Tawangmangu

sakura hills

Pada masa work at home, saya ditawari teman-teman saya bertamasya ke Tawangmangu untuk melepas penat. Saya langsung menyetujui tawaran mereka, karena saya juga bosan dirumah. Kami berempat berangkat kesana naik motor berempat, melewati jalan trabasan Takeran Magetan. Kami berangkat pagi-pagi sekitar jam 7, supaya sampai disana tidak terlalu ramai. Dalam perjalanan kami sempat beberapa kali kebelet pipis. Sampai-sampai mengucurkan kencing di hutan, karena tak tahan.

Udara yang dingin membuat kandung kemih terus terisi air seni. Di tawangmangu kamipun sampai di kamar mandi untuk kencing, tepatnya di depan pos pendakian Cemoro Sewu.
Sambil melihat-lihat, kami pun melihat sesuatu yang menarik di atas, sana yang bernama Sakura Hill. Secara spontanitas kami langsung bergegas kesana, untuk melihat-lihat.

Sakura Hills merupakan salah satu destinasi dari banyaknya wisata di daerah Gunung Lawu. Awalnya kami hanya ingin jalan-jalan saja ke tawangmangu, mengingat masih musim pandemi virus covid-19. Tapi entah, hati kami sangat ingin melepas penat disana. 

Sesampainya di tempat parkir Sakura Hills, kami terpesona melihat pemandangan bukit-bukit yang membentang indah dan luas. Tak pelak kamipun berfoto-foto selfi ria di tempat parkir. Maklum sangat jarang melihat pemandangan yang indah ini. Melalui binokuler yang saya bawa, terlihat juga beberapa pendaki yang sedang mendaki di bukit sebelah. Cukup lama kami berfoto-foto di tempat parkir sampai dikira orang gila. Di tempat parkir aja sudah kayak gini keindahannya apalagi jika sudah masuk kedalam Wisata Sakura Hills. hehehe....

Sebelum masuk kami disapa oleh bapak-bapak di depan jejeran mobil jeep off road. Saya kira akan ada event balap, ternyata jeep-jeep ini disewakan untuk pengunjung. Biaya sewa jeep sekitar 200rb, cukup mahal bagi makhluk berkantong tipis seperti saya ini, walaupun sebenarnya ingin mencobanya. Langsung saya abaikan dan menuju loket masuk Sakura Hills.

Lorong loketnya masuknya cukup menarik, seperti rumah kerajaan kuno dinasti Jepang. Harga tiket disini Rp. 30.000 per orang. Karena kami berempat, total dana yang kami gelontorkan adalah 120.000. Benar-benar mahal bagi saya, hingga dompetku kehabisan stok, ya semoga saja tidak mengecewakan. Tiket di tempat ini berupa gelang yang bisa diikat di bagian pergelangan tangan.

Kami melewati jalan setapak, mulai memasuki kawasan wisata ini. Pada permulaan perjalanan, kami dihadapkan oleh gapura bergaya Jepang, yang disebut Torri. Seperti gerbang, namun tanpa pintu, dan dibelakangnya berjajar besi-besi membentuk n, seolah-olah perpanjangan dari Torri tersebut. Kami berhenti disini dan memngambil beberapa selfi.


torii

Beberapa langkah setelah melewati torii kami dihadapkan oleh sekumpulan patung-patung ksatria Jepang masa kuno, Tempat ini namanya Samurai Koen, entah apa maksudnya, mungkin memamerkan para superhero pada masa dinasti Jepang. Uniknya patung ini adalah dari kejauhan sangat realistik, dari jarak dekat ternyata terbuat dari karet ban bekas. Benar-benar ide yang brilian, memanfaatkan sampah menjadi patung bernilai seni tinggi, berikut ini penampakannya.

samurai koen

Disampingnya ada juga taman playground, seperti bandulan dan tali untuk penekan. Bagi yang membawa anak-anak boleh juga dimanjakan disini.

Selanjutnya ada tempat persewaan baju kimono dan ksatria jepang lengkap dengan pedangnya. Kalau kamu ingin mengenakannya harus menyewanya terlebih dahulu 1 jam kurang lebih 100rb, sangat sempurna untuk yang ingin berfoto ala-ala orang Jepang.
Ada juga mushola khas Jepang dan kolam renang yang berisi perahu kecil. Disebelah tempat persewaaan baju ada juga galeri berisi foto-foto bertema Jepang dan juga peta 3d dari gunung lawu dan tempat Sakura Hills.

Yang paling menarik menurut saya adalah Forest Canopy, Tepat dibelakang rumah-rumah Jepang. Disini kamu akan melewati jalan setapak dari bambu ditengah hutan belantara Gunung Lawu, Kamu harus melewati jalan sekitar 300m jauhnya untuk sampai ke ujung jalan bambu ini. Bagi yang jarang olahraga, pasti nafasmu akan tersengal-sengal melewati jalan setapak ini. Karena tak disadari jalan ini menanjak sedikit demi seditkit.


meneropong binokuler

Tapi jangan khawatir, diujungnya kamu akan disuguhkan pemandangan yang memukau. Pemandangan perbukitan dan puncak lawu yang terpampang nyata didepan mata. Saya sarankan untuk membawa binokuler untuk memandangi objek misterius dari kejauhan atau barangkali ada harimau atau hewan liar di semak-semak.

Sampai disini saja cerita saya berwisata di Sakura Hills Karanganyar Jawa Tengah. Semoga kalian mendapatkan gambaran singkat mengenai tempat wisata ini. Happy weekend.!

0 Response to "Pengalaman Berwisata di Sakura Hills Tawangmangu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel