Adsense

Hantu itu Ada atau Tidak? Temukan Jawabannya Disini

kuntilanak

Hantu merupakan makhluk tak kasat mata yang dipercaya banyak orang hingga saat ini. Sebagian besar orang terutama yang memiliki agama pasti percaya akan adanya makhluk tak kasat mata termasuk hantu ini. Walaupun tidak ada bukti yang valid akan keberadaan hantu, mereka tetap percaya. Kepercayaan tentang hantu semakin diperkuat dengan adanya video-video penampakan hantu, foto dan cerita dari orang-orang sekitar.

Tidak hanya di Indonesia hantu telah menghantui seluruh orang di dunia. Bahkan di negara majupun masih ada masyarakat yang fobia akan hantu alias takut saat melihat hantu. Banyak versi dan legenda hantu di luar negeri yang tentunya beda dengan negara lain dan sesuai dengan kebudayaan setempat.

Di Indonesia sendiri hantu yang paling ditakuti adalah pocong dan kuntilanak yang konon bisa menculik anak dan pocong yang bisa membunuh orang dengan semburan racunnya. Tuyul dan babi ngepet yang terkenal akan makhluk pencuri uang untuk pesugihan. 

Ada orang yang mengaku pernah melihat hantu ada yang tidak pernah sekalipun melihat hantu seumur hidupnya.

Sebenarnya apakah hantu itu dan mengapa mereka menghantui orang-orang tertentu dan tidak bisa ditangkap dan diteliti lebih lanjut? Marilah bersama-sama kita ulas hantu secara logis dan apa adanya.

Sebelumnya marilah kita flashback ke jutaan tahun lalu saat manusia masih berupa manusia purba homo erectus. Pada saat itu kecerdasan manusia masih berkembang, mereka sudah menggunakan peralatan sederhana baik dari batu ataupun kayu untuk berburu dan mencari makan.

Pada siang hari mereka berburu dan malam hari beristirahat dalam gua supaya aman dari predator, karena penglihatan manusia terbatas pada kegelapan malam. Sehingga jarang sekali mereka keluar malam, karena dulu belum ada lampu dan gelap gulita, mereka takut jika diterkam predator yang berkeliaran dimalam hari.

Tentunya mereka tidak takut hantu karena mereka belum mengenal hantu. Otak mereka masih bersih dari hal yang tak masuk akal dan hanya memproses hal-hal yang logis, akibat daya imajinasi mereka yang kurang.

Jaman itu juga belum ada ritual penguburan, kawanan homo erectus yang mati akan ditinggal begitu saja seperti hewan-hewan lainnya. Sehingga hantu pocong juga belum lahir di pikiran mereka. 

Baru setelah manusia mengenal ritual penguburan sekitar 40.000 tahun lalu. Agama dan kepercayaan primitif mulai berkembang. Seiring berkembangnya agama maka berkembanglah mitos hantu yang berhubungan dengan kebudayaan dan ritual yang dilakukan. 

Jadi hantu hanyalah kepercayaan yang berasal dari otak manusia. Terbukti dengan hantu yang hanya menghantui orang yang percaya pada hantu saja. Parahnya jika terjadi halusinasi yang menyebabkan suatu benda biasa di interpretasikan oleh otak kita sebagai penampakan hantu. Mengapa pocong habitatnya di pohon pisang karena bentuk daun dan pohon pisang yang menyerupai pocong.

Bisa dipastikan orang yang melihat hantu adalah penderita skizofrenia, suatu gangguan mental yang mengakibatkan halusinasi, delusi, kekacauan berfikir dan perubahan perilaku. Penderita skizofrenia akan sulit membedakan dunia nyata dan dunia fikiran. Sebaiknya penderita dibawa ke psikiater untuk menjalani terapi psikologis.

Beberapa alasan lain mengapa hantu tidak ada:

- Hantu memakai baju, sedangkan baju sendiri adalah benda mati yang dipercaya tidak bernyawa, seharusnya hantu itu telanjang.

- Hantu hanya menghantui daerah tertentu, mengapa pocong tidak menghantui orang di Amerika atau Antartika?

- Hanya manusia yang menjadi hantu, padahal menurut kepercayaan semua benda yang bernyawa memiliki roh. Seharusnya ada roh ayam atau kambing kurban yang gentayangan.

- Hanya dilihat oleh orang-orang tertentu, terutama orang yang mengaku indigo melihat penampakan namun orang lain tidak melihatnya. Dalam sains semua yang bersifat subyektif tidak dapat terverifikasi kebenarannya.

- Belum ada yang mampu menangkap hantu.

0 Response to "Hantu itu Ada atau Tidak? Temukan Jawabannya Disini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel