Iklan

Apakah yang Perbedaan Teori dan Hukum dalam Sains

hukum dan teori

Mungkin bagi kita yang familiar dengan kata-kata tersebut akan mengartikannya secara umum dan biasa. Dimana yang kita ketahui bahwa Teori hanyalah sekadar teori bukan fakta. Teori itu seperti opini, hayalan, pemikiran dan dugaan tanpa bukti. Seperti kita sekolah diajari teori-teori dalam buku pelajaran, hanya pemikiran secara tertulis tanpa bukit. Bisa benar bisa salah, sampai-sampai ada yang memilih langsung praktek ketimbang mempelajari teorinya untuk memahami suatu pelajaran. Teori sering dikaitkan dengan berbagai rumus, definisi dan cerita, seperti dalam teori matematika. Sehingga banyak orang yang mengabaikan teori dan menganggap teori hanyalah hal yang sepele bukan kenyataan yang sebenarnya.

Sedangkan, banyak orang yang mengunggulkan kata hukum. Hukum merupakan suatu aturan yang mengikat. Dari sudut pandang sosial, hukum dibuat oleh manusia itu sendiri untuk mengatur penduduk di suatu tempat. Sedangkan dari sudut pandang alam, ada yang namanya hukum alam. Hukum yang dibuat oleh alam, seperti gravitasi yang kita kenal membuat semua benda nempel di permukaan Bumi. Hukum ini nyata dapat diamati dan adalah fakta yang tidak terbantahkan.

Sehingga banyak orang hingga kini yang masih menganut hukum dari pada teori. Karena bagi mereka hukum itu selalu benar dan fakta dan teori itu masih abu-abu bisa benar bisa salah. 
Walaupun kenyataannya banyak orang yang ingin melanggar hukum, baik itu hukum sosial maupun hukum alam. Karena itulah sifat manusia, hukum ada untuk dilanggar, semua orang mencari cara untuk melanggar hukum tersebut.

Pemikiran seperti inilah yang membuat kita menganggap remeh teori, karena dasarnya kita sudah salah mendefinisikan teori dan hukum.

Dalam Sains, hukum adalah sesuatu yang bisa diamati dan terjadi secara berulang-ulang dan konsisten. Sedangkan teori adalah penjelasan dari suatu hukum alam, terutama bagaimana cara kerjanya, mengapa dia ada, dan dari mana asalnya.

Jadi teori sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa hukum itu ada dan pertanyaan lainnnya yang terselubung dalam hukum itu.

Contohnya, ada pohon apel yang berbuah lalu apel itu selalu jatuh ketanah, itulah yang namanya hukum. Apel selalu jatuh di tanah adalah hukum Gravitasi. Sedangkan penjelasan tentang bagaimana dan mengapa apel itu jatuh ketanah itulah yang dinamakan Teori Gravitasi.

Begitu juga dengan evolusi, yang hingga sekarang masih dianggap kontroversial padahal evolusi fakta dan terjadi di setiap waktu. Hukum alam memberikan spesies makhluk hidup yang beragam di Planet Bumi, Teori yang menjelaskan hukum keberagaman makhluk hidup itulah yang dinamakan Teori Evolusi. Berbeda dengan Teori Penciptaan yang sampai sekarang belum ada bukti satupun. Teori evolusi sudah banyak bukti seperti Tulang dan DNA.

Mengapa makhluk hidup beragam? Teori Evolusi memberikan penjelasan dengan gamblang dan presisi bahwa setiap kelahiran akan terjadi mutasi acak pada level molekuler yang disebut Gen dalam DNA dan setiap kelahiran terjadi pencampuran antar Gen Jantan dan Betina menghasilkan generasi baru dengan Gen yang sama namun tidak 100%. Kesamaan antara anak dan ayah atau ibu adalah 99,9%, karena adanya sedikit mutasi acak. Ibarat typo dalam mengetik, ada beberapa Gen yang terjadi salah penyalinan sehingga terjadilah generasi yang bermutasi. 

Mutasi acak ini ada yang menguntungkan untuk bertahan hidup atau merugikan tergantung tempat mereka tinggal. Inilah yang dinamakan Seleksi Alam dalam teori Charles Darwin.

Hal ini juga yang mendasari perubahan manusia dari kera purba ke manusia. Manusia dulunya adalah monyet dari Afrika disaat masih rimbun dan subur. Namun setlah perubahan iklim hutan menjadi gersang jarak pepohonan sangat jauh. Diantara pepohonan ada semak-semak yang luas. Kera yang bisa hidup disini adalah kera yang bisa berdiri tegak supaya bisa lari cepat dan bisa memantau predator dari pandangan atas semak-semak. Seiring mutasi acak yang terjadi dari generasi, mutasi kera yang bisa berdiri semakin mendominasi. Terus berevolusi dan menjelajah dunia hingga menjadi manusia modern.

Teori Evolusi mampu menjelaskan secara logis dan terbukti sedangkan teori penciptaan hanya sebatas cerita yang diimani setiap orang karena takut kalau ada penguasa alam semesta. Andai saja teori penciptaan benar, seharusnya hewan sangat berbeda dan ada bukti intervensi dari makhluk lain. 

Jadi menganggap Teori Sains hanyalah teori bukan fakta adalah salah. Karna teori dalam sains itu terbukti bukan sekadar opini. Butuh observasi dan proses yang lama sebelum hipotesis disebut Teori. Bisa dikatakan fakta juga karena evolusi memanglah fakta. 

Teori Evolusi itu sederajat dengan Teori Gravitasi, suatu teori yang masih menjadi standar dalam ilmu biologi dan fisika masa kini.

0 Response to "Apakah yang Perbedaan Teori dan Hukum dalam Sains"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel