Iklan

Mungkinkah Alam Semesta Terjadi Secara Kebetulan?

lagoon nebulaa
Lagoon Nebula Credits: NASA, ESA, and STScI

Mungkinkah Alam Semesta Terjadi Secara Kebetulan?

Mungkin beberapa dari Anda masih bingung dan penasaran tentang jawaban pertanyaan ini.

Kita telah menyadari bahwa Alam semesta ini sangat teratur, didukung oleh fakta-fakta dilapangan bahwa Bumi memiliki jarak yang sangat pas dengan Matahari sehingga tidak terlalu panas atau dingin, komposisi atmosfer yang pas, lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet, orbit bulan dan planet-planet yang teratur dan tidak saling bertabrakan, medan magnet yang melindungi Bumi dari ganasnya Badai Matahari yang bisa merusak atmosfer bumi, dan masih banyak kesempurnaan lainnya yang memihak pada kehidupan.

Hal ini membuat kita beranggapan bahwa pasti alam semesta ini ada untuk tujuan, dan telah dirancang sedemikian rupa oleh subjek cerdas yang kita sebut Sang Pencipta.

Beberapa orang bahkan menjelaskannya secara sederhana dengan menganalogikannya seperti ini "Tidak mungkin seonggok kayu bisa jadi meja yang rapi dengan sendirinya tanpa dikerjakan oleh tukang kayu" atau "Tidak mungkin pohon yang roboh di sungai bisa jadi perahu dengan sendirinya sekalipun dalam waktu milyaran tahun"

Pola pikir seperti inilah yang mungkin sedang Anda yakini saat ini. Terutama bagi Anda orang beriman kepada Tuhan yang Menciptakan Alam Semesta dan seisinya.

Tidak ada salahnya berfikir seperti ini, karena semua orang pernah mengalaminya dan ini adalah normal, sesuatu yang wajar, hal yang naluriah sebagai manusia.

Ini adalah suatu upaya berfikir kita untuk menggambarkan alam semesta secara sederhana dan lugas.

Tapi mengapa beberapa orang, terutama para ilmuwan-ilmuwan yang berfikir alam semesta terjadi secara kebetulan, random, acak dan tanpa tujuan. Apakah mereka gila?, tidak bisa berfikir?, berkhayal? ataukah sebuah usaha "dajal" dalam kepercayaan Islam, untuk menjauhkan manusia dengan Sang Pencipta?

Mungkin beberapa diantaranya benar. Tapi faktanya sungguh mengejutkan. Ternyata seluruh lini peradaban kita ternyata dibangun berdasarkan riset dan penemuan para ilmuwan-ilmuwan hebat dalam sejarah. Para Ilmuwan dari generasi ke generasi ber estafet mengembangkan ilmu para pendahulunya hingga menjadi teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Internet, Gadget, Komputer, Mobil, Motor, Pesawat, Satelit, Arsitektur, Teknologi Medis, Vaksin, dan lain sebagainya.

Semua itu berasal ilmu sains yang dikembangkan ilmuwan.
kita berhutang banyak kepada ilmuwan.

Jadi masih menganggap ilmuwan orang gila?

Tapi beberapa dari anda mungkin menganggap hanya beberapa saja ilmuwan yang gila.

Segila apapun ide ilmuwan, jika itu terbukti benar tidak ada lagi alasan bagi kita untuk mengelak dari kenyataan.

Seperti Charles Darwin dengan teori evolusi kontroversialnya yang masih ditolak mentah-mentah oleh orang yang fanatik akan keyakinannya, padahal teori ini adalah dasar dari ilmu biologi. Bahkan hingga sekarang masih ada orang yang "denial" terhadap teori ini walaupun sudah banyak bukti ditemukan.

Untuk mendapatkan pemahaman yang bisa dipertanggungjawabkan kita harus mampu berfikir kritis dan terbuka. Termasuk anggapan bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan.

Tentu seonggok kayu tidak akan bisa menjadi kursi atau perabot kayu yang indah tanpa pencipta.

Masalah utama dalam pemikiran ini adalah keistimewaan. Kita menganggap kursi dan perabot kayu itu istimewa, memiliki fungsi, dan estetika yang berarti bagi kita. Lalu kita menganggap manusia itu istimewa, makhluk paling cerdas dan berbeda dari makhluk pada umumnya, Bumi istimewa, Matahari istimewa, bahkan alam semesta pun istimewa.

Otak kita memberi label pada objek ini istimewa yang otomatis mendoktrin otak kita bahwa benda itu harus ada penciptanya. Sesuai informasi yang dikumpulkan otak selama hidupnya yang selanjutnya membentuk fondasi untuk keyakinan kita.

Tapi apakah analogi penciptaan berlaku untuk semesta?

Sejauh ini ilmuwan telah mempelajari cara kerja alam semesta mulai awal terbentuknya hingga kini. Berdasarkan bukti dan pengamatan diketahui bahwa alam semesta berawal 13.7 milyar tahun silam, dari BigBang, pengembangan alam semesta dari titik yang kecilnya tidak terhingga menjadi seluas alam semesta hanya dalam hitungan detik. Lalu membentuk materi, gravitasi menarik materi menjadi galaksi, bintang, dan planet seperti sekarang. Lalu planet bumi lahir 4,5 milyar tahun lalu dan reaksi kimia di dalam laut menghasilkan kehidupan awal berupa mikroorganisme. Dan berevolusi menjadi tanaman laut, ikan, hewan amfibi, menjadi hewan darat, mamalia menyerupai tikus, menjadi seperti kera dan akhirnya menjadi manusia.

Anda bisa melihat video dokumenter ini untuk lebih jelasnya.



Sains menjelaskan proses, bagaimana sesuatu bisa bekerja. Manusia bebas memberikan makna pada proses itu. Bisa dari penciptaan atau kebetulan.

Tergantung tipe orangnya, ada yang ingin menjaga keyakinannya tentang pencipta sehingga terus memberikan alasan lain supaya tetap relevan.

Sedangkan orang yang berfikir bebas, menyimpulkan apa adanya tidak memaksakan suatu ide, sehingga berfikir alam semesta sejauh ini yang diketahui manusia terjadi secara kebetulan. Karena semua bisa dijelaskan secara alami sesuai hukum alam.

Apapun makna yang diberikan, proses itu tetaplah kebenaran dan itulah sains.

Bukan kebenaran tetap tapi kebenaran yang dinamis. Terus berubah seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sekian.

Baca juga Adakah Alam Semesta lain Selain Alam Semesta Kita? ini Penjelasan Multiverse

0 Response to "Mungkinkah Alam Semesta Terjadi Secara Kebetulan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel