Apakah Alien Ada? Iya, Menurut Logika

alien

Apakah kita adalah satu satunya makhluk hidup di alam semesta ini? Pertanyaan ini acapkali terbesit dibenak beberapa orang. Benarkah Bumi satu satunya planet yang berisi kehidupan? pertanyaan seperti ini merupakan pertanyaan yang sangat bagus, tanda bahwa anda adalah orang yang kritis. Seperti yang kita tahu, sejak dulu nenek moyang kita mempertanyakan hal ini, namun karena adanya kepercayaan atau dogma agama yang menjawab semuanya, membuat sebagian besar orang mengabaikan pertanyaan ini dan percaya sepenuhnya oleh agama.

Sebagian besar orang percaya kitalah makhluk yang spesial diciptakan Tuhan YME, dalam alam semesta ciptaannya yang sudah dirancang khusus untuk kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua pemahaman ini mengecohkan kita akan naturalitas alam yang sebenarnya. Bumi yang terasa nyaman ini sebenarnya hanyalah illusi, umur kita yang sangat pendek membuat kita tidak dapat merasakannya gejolak alam.

Jika Planet Bumi ini dikhususkan untuk manusia dan makhluk hidup lain, mengapa banyak bencana yang melanda, mengapa batu raksasa bisa jatuh dari langit dan menyebabkan kepunahan makhluk didalamnya? Mengapa Gunung Toba meletus dahsyat dan hampir menyebabkan kepunahan massal. Itulah bukti bahwa alam semesta ini acak,  semua kemungkinan dapat terjadi tanpa kita bisa menghindar.

Bumi ada bukan karena kita ada, tapi kita ada karena Bumi yang tanpa sengaja terletak di zona Glodilock, zona yang memungkinkan air untuk tetap cair karena berada pada jarak yang tepat terhadap Matahari, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Air adalah sumber kehidupan, merupakan pepatah yang sangat benar. Menurut ilmuwan sendiri segala jenis makhluk hidup berasal dari reaksi kimia disekitar celah-celah hidrothermal di dasar laut. Reaksi tersebut terus berlangsung hingga atom-atom menyatu menjadi dna, lalu menjadi sel-sel tunggal.

Dari awal Bumi terbentuk sekitar 4 milyar tahun lalu hingga sekarang sel-sel tersebut telah berevolusi menjadi beragam makhluk hidup dan tumbuhan. Mereka menyesuaikan diri dengan lingkungannya, Darwin dan Wallace menyebutnya seleksi alam, jika suatu mutasi meningkatkan kualitas adaptasi maka akan tetap bertahan, sebaliknya mutasi yang merugikan akan punah. Contohnya, dulu ada beruang adanya warna coklat, karena perubahan iklim terutama di wilayah kutub, terjadi mutasi warna kulit beruang berwarna putih. Mutasi tersebut memudahkan beruang menyamarkan diri saat berburu anjing laut. Beruang coklat mati dan beruang putih / beruang kutub tetap dapat hidup dan berkembang biak di kutub hingga sekarang.

Demikianlah kehidupan terus berkembang di planet bumi, menjadi planet yang kaya akan flora dan fauna dengan ciri khas adaptasi uniknya. Lalu jika letak planet Bumi yang menyebabkan adanya kehidupan, tidak menutup kemungkinan jika ada planet mirip Bumi di tata surya lain, kondisi yang sama mungkin sedang berlangsung. Itulah yang disebut alien, semua makhluk yang berasal dari luar planet Bumi. Tapi apakah planet mirip Bumi sudah ditemukan? Sudah namun belum dapat diteliti lebih lanjut. Kamu dapat melihatnya dalam list di Wikipedia. Exoplanet mirip bumi yang terdekat adalah Proxima Centauri B, jaraknya hanya 40 triliun kilometer, mengorbit pada bintang Alpha Centauri pada jarak yang pas untuk menopang kehidupan.

Itu hanyalah 1 contoh, entah ada kehidupan atau tidak, kita belum bisa menelitinya lebih jauh akibat jarak yang memisahkan, untuk kesana butuh setidaknya 10 tahun dengan pesawat berkecepatan 1/2 kecepatan cahaya. Namun hanya dengan dilogika seperti planet Bumi, kemungkinan besar ada kehidupan disana entah masih sel tunggal atau sudah berisi peradaban cerdas.

Bayangkan saja jika 1 bintang memiliki planet yang mirip bumi, berapa banyak kehidupan tersebar di atas sana. Belum lagi kita berada di galaksi super besar dengan 400 milyar bintang dan 100 milyar planet. Okelah jika kita bayangkan hanya Bumi satu-satunya planet yang memiliki kehidupan di Galaksi Bimasakti, tetap saja masih ada milyaran alien di luar sana, karena galaksi Bimasakti tidaklah sendirian, ada triliunan galaksi lain yang melayang-layang diluar sana, bahkan ada yang lebih besar dan masif dari galaksi kita. Tentunya dengan milyaran bintang dan planet yang tak terhitung jumlahnya.

Sekuat apapun kita membantah keberadaan alien, fakta dilapangan tetaplah menguatkan keberadaan alien. Hanya saja jarak jauh membuat makhluk antar bintang tidak bisa berinteraksi satu sama lain. Itu berarti kita bukanlah makhluk spesial, kita bagaikan bakteri yang menempel pada debu di Planet Bumi. Tujuan hidup ini mungkin hanyalah mempertahankan spesies kita dan mencintai planet Bumi, satu-satunya rumah kita.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel