Adsense

Psikologi Warna dalam Sebuah Desain Grafis

psikologi warna

Dalam desain grafis tentunya kita tidak bisa terpisah dengan warna. Tak hanya itu, tanpa warna kita tidak akan bisa melihat apapun karena kita hidup dialam semesta yang penuh warna. Warna hanya bisa dinikmati dengan indera mata. Sebenarnya efek warna ini berasal dari gelombang cahaya yang memiliki panjang gelombang yang berbeda.

Dalam sains gelombang cahaya ini adalah gelombang elektromagnetik, namun yang hanya bisa dilihat manusia adalah gelombang elektromagnetik yang disebut visible spectrum dengan range gelombang berkisar antara 380 sampai 750 nanometer.

Semakin mendekati merah semakin rendah frekuensi gelombangnya, semakin biru semakin tinggi frekuensinya begitu juga radiasinya. Untuk itulah mengapa kita disarankan untuk menggunakan kacamata anti radiasi supaya terhindar dari paparan cahaya biru terlalu lama.

Dibawah gelombang visible spectrum, ada gelombang infrared dan radio. Dan diatasnya ada gelombang ultraviolet, xray dan gamma.

Andai saja kita bisa melihat semua gelombang itu pastinya lebih seru hehehe.

Kembali ke topik, dalam keseharian manusia ternyata warna memilki pengaruh tersendiri. Setiap pengalaman yang dialami otak manusia sejak lahir menghasilkan psikologi warna yang terpendam di alam bawah sadar.

Desainer grafis diharapkan mampu mengenali pola pslikologi warna yang akan memberikan efek kepada orang yang melihatnya. Walaupun beberapa orang memiliki efek yang berbeda tentang warna. Namun sebagian besar memiliki kesamaan aspek dalam psikologi warna antar individu manusia di dunia.

Untuk itu marilah kita mengenal psikologi warna ini, supaya desain kita bisa merasuk dalam alam bawah sadar orang yang melihatnya. Akhirnya desain kita mengubah mood seseorang dan memicunya untuk memahami pesan dari suatu desain grafis.


Merah

Warna merah merupakan warna dengan frekuensi rendah, namun dalam keseharian warna ini memberikan efek yang tinggi. Psikologi warna merah meliputi gairah, aksi, bahaya, peringatan, dan ketertarikan. Di dunia branding banyak yang memakai warna merah untuk menarik perhatian customer. Misalnya warna rumah makan ayam geprek, alfamart, indomart, coca cola, dll.

Di dunia internet kita mengenal youtube dengan simbol warna merah, hal ini memicu penonton untuk mengklik dan menonton videonya. Warna merah juga sering digunakan untuk rambu lalu lintas karena mudah dilihat dan terlihat mencolok.


Oranye

Warna oranya sering kita kaitkan dengan jeruk, karena memang bahsa inggrisnya jeruk adalah orange. Oranye memberikan efek psikologis berupa kesegaran, kreatifitas, antusiasme, kesenangan, santai dan inspirasi. Warna oranye bisa kalian temukan pada logo blogger. Blogger sebagai platform blogging atau menulis artikel, membutuhkan inspirasi, dan kreatifitas untuk itulah warna oranye sangat cocok disematkan pada logo blogger ini.


Kuning

Kuning merupakan warna yang sangat terang intensitasnya hampir sama dengan putih sehingga butuh background gelap supaya tampak. Warna kuning memerikan efek keceriaan, kecerahan, optimisme, kasih sayang dan perhatian. Bisa kita lihat sendiri pada karakter spongebob, sebuah makhluk busa berwarna kuning yang hidupnya selalu ceria. Warna kuning juga mampu memberi makna perhatian concohnya di lampu merah yang menggunakan lampu kuning sebagai peringatan sebelum lampu merah.

Hijau

Hijau merupakan warna alam, yang memberikan efek penenang, kalem, menyembuhkan, kesehatan, keterbukaan, dan kesiapan. Sebagian besar warna hijau digunakan untuk branding desain yang berkaitan dengan bidang kesehatan seperti obat-obatan, rumah sakit, terapi dll.
Selain itu bisa memberikan efek kesiapan dan keterbukaan salah satunya pada rambu lalu lintas.

Biru

Warna biru merupakan warna intensitas tinggi, namun memberikan efek yang menyegarkan pada desain grafis. Karena kita setiap hari kita sering melihat laut dan langit yang biru, efek yang diberikan pun kurang lebih sama. Efek psikologis lainnya adalah kepercayaan, berwibawa, dan luas. Warna biru biasanya digunakan untuk branding merk institusi keuangan, konsultan, dan di bidang hukum. 

Ungu

Efek psikologis dari ungu adalah spiritualitas, kesedihan, ketenangan, mulia, dan kebijaksanaan. Dalam keagaman tertentu warna ungu sering digunakan imam dalam peribadatan dan juga jubah bangsawan atau raja. Contoh penggunaan warna ungu adalah yahoo, instagram, ovo, wosm dll. 

Pink

Warna pink jelas memberikan efek feminim yang kuat, tak ada pria yang mau menggunakan warna pink. Ini sudah mendarah daging dan menjadi budaya turun temurun. Pink melambangkan kelembutan, keramahan, kelemahan, kecantikan dan keindahan.

Putih

Putih merupakan kesatuan dari seluruh spektrum warna. Memberikan kesan kesucian, kesatuan, ilahi, kebersian, sederhana dan polos. Putih adalah warna yang sering digunakan sebagai background dari warna lainnya, terutama dalam tulisan, entah digital maupun cetak karena berkesan terang.

Hitam

Hitam merupakan raja dari segala warna dan yang paling banyak ditemukan di alam semesta. Sebagai kebalikan dari putih, warna hitam berkesan gelap, rahasia, intim, elegan, maskulin dan misteri. Dalam beberapa kepercayaan warna hitam sering dikaitkan dengan hal-hal buruk, dan jahat. Untuk itu penting bagi desainer untuk meriset target audience jika menggunakan warna ini.

Demikian beberapa efek psikologi warna yang bisa kalian gunakan dalam desain, semoga bermanfaat.

0 Response to "Psikologi Warna dalam Sebuah Desain Grafis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel