Iklan

Pengalaman Aneh Bekerja di Angkasa Digital Printing Madiun

Angkasa digital print

Angkasa Digital Printing merupakan percetakan yang tersohor se karesidenan Madiun. Terbukti dengan banyaknya masyarakat diluar Kota Madiun yang rela menghabiskan bensinnya untuk sekadar mencetak banner atau bahkan hanya foto copy. Memang perusahan ini sudah terkenal sejak dulu, konon berawal dari fotocopy lalu melebarkan sayap ke bidang printing, baik itu buku, undangan, stiker, stempel, akrilik, bahkan banner. Sekarang toko ini semakin besar dan sudah memiliki bangunan baru yang terletak di JL. Panglima Sudirman No. 42 Kartoharjo Madiun yang sebelumnya ngontrak di bangunan No. 30 di jalan yang sama. Walau semakin sempit toko ini tetap tidak sepi dari khalayak yang ingin mencetak.

Sebenarnya banyak percetakan lain di kota Madiun, bahkan lebih murah. Tapi yang namanya pelanggan setia tidak mau tahu berapapun tarifnya akan dituruti. Memang selain terkenal di Madiun, Angkasa terkenal akan tarifnya yang mahal dibandingkan percetakan lainnya. Maka jangan kaget jika customer disini rata-rata pengusaha-pengusaha kaya dan selalu pakai mobil saat berkunjung. Bisa dibilang perusahaan ini diperuntukan untuk kalangan menengah keatas.

Disana banyak sekali pegawainya, mungkin sekitar 25 orang. Jumlahnya tidak tetap karna karyawan disini sangat dinamis, maksudnya ada yang resign ada yang baru begitu seterusnya silih berganti, hanya beberapa tetua disana yang sudah puluhan tahun mengabdi. Ada beberapa golongan pekerja disana.

Pertama, tukang parkir, yang kerjaannya merapikan kendaraan yang parkir.

Kedua, Desainer, kerjaannya cuma duduk manis di depan komputer, kadang juga dijuluki operator karna desainer disana harus bisa menggunakan printer kertas dikala ada orang yang ingin ngeprint, beberapa desainer disana juga rangkap sebagai operator Mesin Grafir Laser Trotec untuk melayani pembuatan stempel, akrilik, dll.

Ketiga, Customer Services alias CS, semua perempuan disana harus bisa menjadi CS. Kerjaannya melayani dan memahami apa yang diinginkan pelanggan, tidak hanya melayani pelanggan, tapi harus bisa mengoperasikan mesin fotocopy, memotong kertas/stiker atau membuat nota (sebagai kasir). Bahkan Operator Konika perempuan wajib bisa rangkap menjadi CS sekaligus bila dibutuhkan.

Keempat, golongan penjilidan, diisi sekitar 5 orang, kegiatannya berkaitan dengan pemotongan kertas, pembuatan buku, jilid, laminating, cover dll.

Kelima, tukang ngeprint banner, sarangnya berada di belakang toko, setiap hari terisolasi diruang terpencil dan tertutup supaya bau tinta tidak menyebar, posisi ini hanya diisi oleh satu orang saja yang sudah mahir mengoperasikan mesin print banner.

Keenam, tukang finishing banner, kebanyakan berasal dari CS yang disuruh bosnya untuk finishing dibelakang terkadang dibantu oleh operator print banner saat longgar.

Ketujuh, golongan servis, Hanya diisi oleh 1 pekerja saja, dan beliau adalah tetua disana. Kegiatannya memperbaiki mesin fotocopy atau fitur-fitur kantor lainnya seperti kipas angin, plafon, saluran air dll. Bahkan terkadang rangkap sebagai pembantu rumah tangga dirumah bosnya.

Pekerja disini banyak yang rangkap, semakin rangkapnya banyak, kemungkinan gajinya akan naik, asalkan bosnya tahu hehehe. Sistem kerja disini adalah 2 shift, pagi jam 08.00 - 16.00 sedangkan shift siang jam 13.00 - 21.00. Bagi shift pagi wajib hukumnya datang 15 menit sebelum jam buka untuk prepare seperti buka gerbang, nyapu, ngepel, membersikan kaca dll. Shift siang juga harus mematikan komputer, mengeluarkan motor, dan juga menutup pintu gerbang disaat tutup.

Saya sendiri alumni desainer Angkasa Digital Printing, seperti yang saya katakan sebelumnya desainer disini harus bisa ngeprint kertas menggunakan printer Epson L1300 baik itu ukuran A4, A3, Double Folio, dsb. Untuk desain harus bisa menggunakan software Photoshop dan Corel Draw selain itu penguasaan Adobe Illustrator, Autocad, Word, Excel dan powerpoint juga perlu untuk jaga-jaga bila ada orang yang membawa file dengan format software tersebut. Namun desainer-desainer disana baik hati dan tidak sombong, jika tidak bisa bisa minta pertolongan desainer lain yang nganggur.

Suasana disana tidak pasti ramai terus, biasanya keramaian terjadi pada jam 10.00 - 13.00 dan jam 19.00 - 21.00. Jadi saat senggang kadang bisa diselingin dengan canda tawa dan mengerjakan sesuatu lain namun pastikan bosnya tidak mengawasi ya. Oiya, kamu harus berhati-hati disini karna bosnya memasang CCTV di segala penjuru toko. Bisa saja bosnya sedang mengawasimu dan kamu tidak menyadarinya.

angkasa digital printing

Jangan coba-coba melakukan kesalahan ya, karna bos disini sangat galak, Sesosok makhluk tinggi besar putih yang bisa melontarkan kata kata pedas yang membuat hatimu hancur berkeping-keping. Sayapun pernah digertak hingga bulu kuduk merinding ketika lagi asyik bercengkrama tertawa riang dengan teman disaat jam kerja. Setiap beliau menggertak pasti suasana menjadi hening dan mencekam. Terkadang marahnya juga disebabkan oleh hal yang bukan kesalahanmu dan tidak masuk akal, maklum umur semakin tua semakin tidak logis. Sifat bos besar berbeda jauh dengan istrinya selalu senyum dan ramah kepada pegawainya. Apalagi si cece mertua bos yang lebih user freindly dan terkadang memberikan bingkisan menarik yang dibagi-bagikan kepada pegawai disana.

Bos besar hampir setiap hari ke toko, karna dibelakang toko ada rumah kedua beliau di lantai 2, tepat diatas ruang finishing dan operator printer banner. Tiada siapapun yang boleh ke lantai 2 kecuali mereka yang disuruh kesana. Bahkan ada salah seorang pegawai disana yang di SP dan dicaci maki karena tidak sengaja mengijinkan orang asing masuk ke kamar beliau.

Bekerja disini sebagai desainer harus siap menerima efek fisik berupa mata memerah dan ambeyen karena sering duduk di depan komputer. Tidak hanya dalam menit bahkan saya pernah duduk 6 jam nonstop di depan komputer melayani pelanggan yang mulek akan desain yang dimintanya. Untuk itu saya sarankan bekerja disini harus memakai kacamata anti radiasi supaya mata tetap sejuk dan sehat. Bisa juga diselingi dengan ke kamar kecil atau melakukan hal lain selain duduk.

angkasa digital printing

Oh iya, mungkin kalian belum tahu cara kerja desainer disini, pertama tama customer datang ke CS dan menceritakan apa tujuannya kesini, jika sekedar fotocopy maka langsung diurus oleh CS itu sendiri. Jika ngeprint kertas HVS, Open File, atau Desain akan langsung diarahkan ke operator/desainer yang kosong, jika penuh maka customer itu diminta untuk menunggu antrian. Desainer menerima kunjungan customer dengan ramah dan mempersilahkan duduk di kursi di dekatnya supaya bisa bersama-sama memandang komputer melihat proses desain secara realtime sekaligus berdiskusi tentang desain yang diinginkan.

Apes atau tidaknya seorang desainer ditentukan oleh sifat client yang dihadapinya, jika clientnya banyak mintanya dan selektif biasanya proses desainnya lama, beda dengan orang yang nurut dan pasrah kepada desainer pasti desain dapat selesai dengan cepat. Bahkan ada yang editnya lama tapi gratis, biasanya jika client adalah teman bos. Para desainer yang kesal akan memberikan tarif mahal kepada clientnya yang mulek.
Disana ada 3 tipe tarif desain,
E: Sekedar edit (edit tulisan, ganti background, warna atau hal lain yang mudah dan cepat dilakukan) biaya Rp 5000
A: Desain stadart (desain karya desainer itu sendiri, biasanya desain yang tidak terlalu sulit atau terlalu mudah seperti banner warung, rapat, dll) biaya Rp 20.000
B: Desain agak sulit (desain yang agak sulit dan butuh skill tambahan dan memakan waktu agak lama) biaya Rp 25.000
C: Desain yang sulit dan memakan waktu lama dihitung perjam, biaya Rp 30.000
(note:biaya desain dapat berubah sewaktu-waktu)

Kode kode itu biasanya dicantum kan di Form ACC saat Client sudah fix dengan desain yang dibuat desainer. Saat selesai desainer ngeprint form acc dan mempersilahkan client untuk kembali ke Customer Service untuk urusan pembayaran dll.

Nah, yang terakhir akan saya beberkan kenapa saya resign. Sebenarnya banyak cerita dari desainer lain telah resign dari Angkasa tapi akan saya ambil dari perspektif saya sendiri. Kerja disini memang dituntut disiplin dan menuruti apa keinginan bos besar. Pegawai harus mau bekerja secara FullTime (13 Jam) jika ada jadwal Full (F). Jika desainer sedikit maka jadwal Full akan semakin banyak bisa sampai 4 kali sebulan atau lebih. Minggu terakhir setiap bulan juga wajib masuk, jadi sebulan hanya libur 3 hari tanggal merah juga tetap masuk kecuali idul fitri dan tahun baru, itupun hanya beberapa hari saja.

Pekerja bagaikan robot yang diperas kemampuannya.

Pegawai juga wajib check log dengan fingerprint saat masuk istirahat atau pulang, kertas berisi ancaman potongan gaji juga tercantum di dekat alat check log. Namun anehnya gaji saya tidak terpotong walau terkadang tidak checklog.

Soal gaji memang aneh perhitungannya, saat penerimaan gaji selalu disodorkan catatan berisi gaji pokok dan bonus yang diterima dan kolom tanda tangan. Tidak jelas bagaimana perhitungannnya, potongan checklog pun tidak ada. Bonusnya pun tidak jelas dari mana datangnya. Saat itu gaji pokok saya 1300000 dengan bonus 150 rb jadi total gaji saya 1450000. Sepertinya memang perhitungannya hanya dihitung dari absen dan berapakali Full Time. Saat penerimaan gaji terakhir saya, gaji saya turun 50.000 jadi 1,4 jt saja. Mungkin akibat saya bolos natal 2 hari. Sudah 1 tahun lebih saya bekerja di sana dan tidak ada kenaikan gaji yang berarti. Karena saya ingin berkunjung ke Jakarta, sayapun meminta ijin libur 2 minggu, namun bos besar langsung menolaknya, sebenarnya sudah saya duga karna dulu saya pernah ijin 1 hari pun gak boleh padahal mau menjenguk orang sakit, akhirnya bos besar menawarkan resign. Baiklah saya setujui langsung tawaran itu dan langsung hari itu juga keluar dari Angkasa.

mas vian

Demikian sekelumit cerita saya bekerja di Angkasa, sebenarnya ada banyak cerita lain yang belum terungkap disini, tapi berhubung kata dalam artikel ini sudah lebih dari 1400 kata yang mungkin membuat matamu lelah. Maka saya akhiri saja sampai disini, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang ingin bekerja disini. Satu pesan yang ingin saya berikan kepada kalian semua "Jangan sampai kebutuhan hidupmu membuatmu terkunci ke pekerjaan yang tidak nyaman"

Baca juga Pengalaman Mengerikan Bekerja di PT Tunas Artha Gardatama

1 Response to "Pengalaman Aneh Bekerja di Angkasa Digital Printing Madiun"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel